hipoventilasi

Kenali Hipoventilasi: Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Posted on

JASBELLYFUSIONSebelum mengenali Hipoventilasi lebih dalam, perlu diketahui kondisi pernapasan ini ditandai dengan terlalu lambat dan singkat. Akibatnya, kebutuhan oksigen tubuh tidak terpenuhi dan karbondioksida menumpuk di dalam darah. Ini kondisi yang membutuhkan penanganan dari dokter. Selama siklus pernapasan normal, oksigen yang dihirup dan masuk ke paru-paru diangkut bersama darah ke seluruh jaringan tubuh. Kemudian dikeluarkan sebagai karbon dioksida.

Namun, pada orang dengan hipoventilasi, tubuh tidak dapat menghilangkan karbon dioksida secara efektif. Kondisi ini disebabkan oleh pertukaran karbon dioksida dan oksigen yang buruk di paru-paru. Hal ini menyebabkan penumpukan karbon dioksida dalam darah. Jika hipoventilasi parah tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius mulai dari detak jantung yang lambat hingga serangan jantung dan bahkan kematian.

 

Kemungkinan Penyebab Hipoventilasi

Hipoventilasi atau depresi pernapasan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang dapat menyebabkan laju pernapasan per menit menjadi terlalu lambat (dispnea). Berikut beberapa kemungkinan penyebab hipoventilasi yang harus kamu waspadai.

  1. Penyakit Neuromuskuler

Berbagai gangguan neuromuskuler dapat melemahkan otot yang mengontrol pernapasan. Denyut nadi masih utuh, namun kontrol otot pernapasan terganggu. Ini akan melemahkan dan membuat pola pernapasan menjadi dangkal.

 

  1. Kelainan Dinding Dada

Kelainan bentuk dada dapat merusak kemampuan fisik yang berkaitan dengan laju pernapasan dan fungsi paru-paru. Hal yang menyebabkan gangguan pernapasan seperti hipoventilasi.

 

  1. Obesitas Parah

Obesitas yang parah dapat menyebabkan sesak napas sama seperti tubuh bekerja lebih keras untuk bernapas, tapi dengan hasil kurang efisien. Hipoventilasi akibat obesitas dikenal dengan istilah Obesity Hypoventilation Syndrome (OHS). Kalau tidak diobati, gangguan pernapasan ini dapat menimbulkan komplikasi berupa sleep apnea. Suatu kondisi yang menyebabkan terhentinya pernapasan sementara saat penderitanya tidur.

 

  1. Penyakit Saraf Kepala

Gangguan saraf atau cedera kepala juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan akibat hipoventilasi akibat hilangnya kemampuan otak untuk mengontrol pernapasan.

 

  1. Apnea Tidur Obstruktif

Hipoventilasi dapat disebabkan oleh apnea tidur obstruktif. Kondisi ini merupakan gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan terhentinya pernapasan untuk sementara.

 

Gejala Hipoventilasi

Gejala pertama hipoventilasi biasanya ringan dan tidak spesifik, seperti pernapasan lambat dan kelelahan. Namun, jika hipoventilasi tidak segera ditangani, dapat menjadi lebih buruk dan menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Sesak napas saat beraktivitas atau istirahat
  • Bunyi napas yang tidak biasa
  • Bibir, jari tangan dan kaki membiru
  • Tidur konstan sepanjang hari dan kesulitan untuk tetap terjaga
  • kebingungan
  • gangguan penglihatan dan sakit kepala
  • mual

Penanganan Hipoventilasi

Penyakit Hipoventilasi berat dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, penanganan yang tepat dan tepat sangat diperlukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan tersebut. Untuk memastikan dan menjalankan pengobatan, dokter melakukan beberapa pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan wawancara pasien (riwayat medis), dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang berupa rontgen dada. Selain itu juga pemeriksaan darah, pemeriksaan fungsi paru dan pengukuran kadar amonia. Investigasi dilakukan untuk memastikan diagnosis hipoventilasi, yang dibuat selama pemeriksaan fisik dan riwayat medis.

Setelah mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter melakukan beberapa perawatan untuk mengobati dan meredakan gejala yang disebabkan oleh hipoventilasi. Perawatan berikut untuk hipoventilasi adalah:

  1. Terapi Oksigen

Sebagai pengobatan pertama untuk gejala hipoventilasi ringan, dokter biasanya memberikan terapi oksigen. Perawatan ini dilakukan untuk mengembalikan kadar oksigen normal. Dengan cara ini, hipoventilasi dapat diatasi. Terapi oksigen dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa ventilator, seperti kanula hidung, masker, atau trakeostomi, tergantung kebutuhan dan kondisi pasien.

 

  1. Terapi Positive Airway Pressure (PAP)

Untuk hipoventilasi disebabkan oleh apnea tidur, dokter mungkin merekomendasikan terapi tekanan udara positif (PAP) untuk menjaga agar saluran udara tetap terbuka selama tidur. Dalam perawatan ini, sebuah mesin digunakan untuk memaksa udara masuk ke saluran udara paru-paru pada tekanan tertentu.

Masing-masing alat ini memiliki mode operasi dan tekanan yang berbeda. Seorang dokter akan merekomendasikan salah satu alat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien.

 

  1. Detoksifikasi

Ketika hipoventilasi disebabkan oleh overdosis obat penenang, dokter biasanya meminta detoksifikasi untuk mengeluarkan zat atau obat dari tubuh pasien. Detoksifikasi dilakukan dengan mengambil antibodi atau obat yang memecah sedasi.

 

  1. Ventilasi Mekanis

Bentuk perawatan lain yang direkomendasikan untuk mengobati hipoventilasi adalah ventilasi mekanis. Perawatan ini dilakukan dengan cara menempelkan respirator pada selang pernapasan yang dipasangkan pada tenggorokan atau trakea pasien. Agar pernapasan dapat mengalir sebagaimana mestinya. Dengan cara ini, gagal napas akibat hipoventilasi dapat dicegah.

 

  1. Operasi

Kalau hipoventilasi disebabkan oleh kelainan bentuk dada, pembedahan adalah pengobatan yang tepat. Namun, pembedahan hanya dilakukan jika masalahnya sangat parah atau bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi masing-masing pasien.

Apabila kamu mengalami banyak ketidaknyamanan yang menyerupai gejala hipoventilasi, terutama jika kondisi medis dapat meningkatkan risiko hipoventilasi, segera hubungi dokter. Hal ini memungkinkan dokter untuk memulai perawatan yang tepat secepat mungkin untuk mencegah kemungkinan komplikasi akibat hipoventilasi.

 

Setelah Mengenal hipoventilasi mulai dari gejala, penyebab dan penanganannya. Tentunya kamu sudah tahu hal yang dilakukan jika diri sendiri atau keluarga mengalaminya. (redaksi: visitorbet )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *